√ Ini Dia Materi Mengenai Proses Pembentukan Tanah [Terlengkap!]

pelapukan merupakan proses pembentukan tanah
pixabay.com

Proses Pembentukan Tanah – Pernahkah kamu memerhatikan batu-batu disekeliling lingkunnganmu? Pasti diantaranya ada yang telah lapuk sehingga mudah hancur menjadi serpihan halus.

Ternyata tanah yang kita pijaki ini terbentuk dari serpihan batu tersebut, yang tentunya melalui beberapa proses sehingga terbentuk menjadi tanah.

Nah, pada artikel kali ini admin akan membahas beberapa hal mengenai tanah, mulai dari pengertian tanah, proses pembentukan tanah dan faktor yang memengaruhi pembentukan tanah.

Pengertian Tanah Menurut Beberapa Ahli

  1. C.F. Marbut (Rusia, 1914)

Tanah adalah lapisan paling luar kulit bumi yang biasanya bersifat tak padu dan mempunyai sifat tebal (thick) mulai dari selaput tipis sampai lebih dari 3 meter yang berbeda dari bahan dibawahnya dalam hal; warna (color), sifat fisik, sifat kimia dan sifat biologinya.

  1. Bremmer (1958)

Tanah adalah bagian permukaan kulit bumi yang dijadikan oleh pelapukan (weathering) kimia dan fisik serta kegiatan berbagai tumbuhan dan hewan.

  1. James (1995)

Tanah adalah salah satu sistem bumi, yang bersama dengan sistem bumi (earth system) lainnya, yaitu air alami dan atmosfer menjadi inti fungsi, perubahan dan kemantapan ekosistem.

  1. M. Isa Darmawijaya

Tanah adalah akumulasi alam bebas yang menduduki sebagian planet bumi yang mampu menumbuhkan tumbuhan dan memiliki sifat sebagai akibat pengaruh iklim (climate) dan jasad yang hidup yang bertindak terhadap bahan induknya dalam keadaan reliet tertentu selama jangka waktu tertentu.

  1. E. Saifudin Sarief (1986)

Tanah adalah benda alami yang terdapat di permukaan (surface) bumi  yang tersusun dari bahan-bahan mineral sebagai hasil pelapukan batuan dan bahan organik (pelapukan sisa tumbuhan dan hewan) yang merupakan medium pertumbuhan (growth) tanaman dengan sifat-sifat tertentu yang terjadi akibat gabungan dari faktor-faktor alami, iklim, bahan induk, jasad hidup (living bodies), bentuk wilayah dan lamanya waktu pembentukan.

  1. Ensiklopedia Indonesia

Tanah adalah campuran bagian-bagian batuan dengan material serta bahan organik yagn merupakan sisa kehidupan yang timbul pada permukaan bumi akibat erosi (erosion) dan pelapukan karena proses waktu.

  1. KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Departemen Perndidikan Kebudayaan, 1994

Tanah adalah :

  • Permukaan bumi atau laipsan bumi yang di atas sekali
  • Keadaan bumi di suatu tempat
  • Permukaan bumi yang diberi batas
  • Bahan-bahan dari bumi, bumi sebagai bahan sesuatu (pasir, batu cadas dan sebagainya)
  1. Wikipedia

Menurut Wikipedia tanah adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik.

Proses Pembentukan Tanah

 proses pembentukan tanah
pixabay.com

Proses pembentukan tanah berawal karena adanya pelapukan bebatuan baik secara fisik maupun secara kimia. Proses tersebut tidak hanya membuat bebatuan menjadi ukuran yang lebih kecil atau lebih lunak melainkan juga mengalami perubahan secara kimiawi pada komposisinya.

Batu-batuan yang telah lapuk belum bisa dikatakan sebagai tanah karena masih memiliki sifat struktur batuan induk (dasar). Nah, batuan pada tahap ini kita namakan sebagai regolith (bahan tanah). Untuk menuju tanah, bahan tanah akan terus mengalami proses pelapukan dalam jangka waktu yang lama sampai berubah menjadi tanah.

Pada perinsipnya proses pelapukan tersebut batuan dibagi kedalam 3 jenis pelapukan, yaitu sebagai berikut:

Pelapukan Fisika/Fisis

Pelapukan fisik merupakan proses awal dari pelapukan batuan yaitu proses pemecahan batuan induk menjadi bagian-bagian yang berukuran sangat berfariasi, kemudian setelah itu terjadi pelembutan.

Proses pemecahan batuan terjadi terus-menerus sampai menjadi lebih kecil dan agak merata ukurannya. Proses tersebut tidak mengalami proses susunan kimia dan tidak lagi mengalami proses penyusunan mineral baru.

Pelapukan ini akan lebih cepat apabila terjadi di daerah yang mempunyai perbedaan temperatur udara yang besar antar siang dan malam, antara musim panas dan dingin, contoh AS, Afrika, Eropa dan beberapa daerah Australia.

Pelapukan Biologis

Yaitu proses pemecahan atau penguraian bahan induk akibat adanya kegiatan binatang dan tumbuhan. Batuan yang pecah ini dipengaruhi oleh iklim seiring dengan tumbuhnya akar tanaman, keadaan ini dapat membantu mempercepat proses pelapukan batuan.

Jasad-jasad hidup yang terdapat dalam tanah, seperti semut, rayap, serangga dsb, dapat merombak bahan organik dan mencampurkannya dengan bahan mineral dari batuan sehingga dapat mempercepat proses pelapukan.

Pelapukan Kimia

Merupakan tahap pelunakan dan penguraian pecahan batuan dan mineral ke dalam elemen penyusunnya dan sering diikuti dengan pembentukan mineral baru yang kemudian disebut dengan mineral skunder.

Dengan adanya air dan senyawa lain yang terlarut didalamnya seperti asam-asam organik maupun anorganik, CO2 dll.

Reaksi kimia yang terjadi di sini adalah reaksi oksidasi, reduksi, hidrolisa, pembentukan senyawa karbonat, pelarutan dan hidratasi yakni reaksi mineral air.

Pada prinsipnya pelapukan merupakan suatu proses pelunakan yang dilanjutkan dengan proses penguraian mineral-mineral primer sehingga membentuk mineral baru.

Faktor Pembentukan Tanah

iklim merupakan faktor dari proses pembentukan tanah
pixabay.com

Disamping proses pembentukan tanah, tentunya ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi pembentukan tanah tersebut yaitu sebagai berikut :

Bahan Induk

Bahan induk merupakan faktor yang mempengaruhi karakteristik tanah yang akan di hasilkan.

Batuan-batuan berikut merupakan contoh batuan induk seperti batuan beku, batuan sedimen, batuan vulkanik dan batuan metamorf.

Batuan ini yang mengalami abrasi atau erosi sehingga batuan ini lapuk dan menjadi tanah. Dari proses pelapukan beberapa batuan tersebut menghasilkan tanah yang berbeda-beda

Iklim

Faktor iklim merupakan faktor umum yang memengaruhi pembentukan tanah. Dari iklim ini pembentukan tanah terjadi dari 2 unsur yaitu curah suhu dan curah hujan. 2 unsur ini memang ada di bumi dan memengaruhi tanah.

Suhu disini termasuk kecepatan angin, panas-dinginnya suhu atau temperatur suatu wilayah. Apabila suhu semakin meningkat maka proses pelapukan juga akan semakin cepat sedangkan jika suhu rendah maka proses pelapukan juga akan lebih lama.

Curah hujan ini dapat memengaruhi karena hujan sendiri memiliki intensitas yang tidak menentu dan memiliki kandungan asam dan memengaruhi pH tanah.

Hujan ini menyebabkan pH tanah menjadi meningkat dan tanah mengalahi korosi secara kimia sebab hujan juga mengandung zat kimia seperti asam.

Organisme

Di dalam tanah terdapat beberapa organisme hidup di dalamnya sehingga dapat memengaruhi pembentukan tanah.

Tanah biasa di tempati oleh beberapa hewan dan mikroba-mikroba yang terkandung di dalam tanah. Organisme tanah ini dapat memengaruhi beberapa hal sebagai berikut :

  1. Membantu dalam pembentukan tanah yang humus.
  2. Membantu proses pelapukan secara kimiawi dan juga pelapukan organik.
  3. Memengaruhi jenis tanah tergantung tempatnya, seperti tanah yang berwarna kemerah-merahan ataupun tanah yang menjadi subur hijau karena vegetasi dari tumbuh-tumbuhan.
  4. Unsur kimiawi yang dimiliki tanaman dapat memengaruhi sifat fisik tanah. Kandungan zat kimia pada tanah berbeda-beda dikarenakan berasal dari tanaman yang juga berbeda-beda.

Topografi

Topografi (relief) ini juga merupakan faktor yang memengaruhi pembentukan tanah.

Pembentukan tanah terjadi karena topografi yang berbentuk miring. Bentuk miring ini mempengaruhi proses drainase (pengatusan) dari suatu daerah batuan yang mengalami pelapukan.

Daerah yang miring biasanya kontur (garis bentuk) tanahnya tipis dikarenakan sering terjadi erosi tanah atau abrasi menyebabkan percepatan perubahan tanah.

Sedangkan daerah yang landai kontur tanahnya lebih baik dan tidak mudah untuk membentuk tanah tersebut dalam artian lebih lama untuk mempengaruhinya.

Waktu

Yang di maskud waktu adalah usia tanah. Usia tanah ini dapat dipengruhi dari sifat biologi, sifat kimia dan sifat fisika.

Tanah juga mempunyai umur yang tersendiri, jika semakin tua usia tanah maka kandungan zat di dalamnya semakin berkurang.

Seperti zat mineral (mineral matter) tanah semakin lama semakin berkurang seiring berjalannya waktu. Sehingga tanah yang berkurang itu lama-kelamaan akan sulit lapuk seperti kuarsa.

Demikianlah artikel ini yang membahas hal-hal mengenai proses pembentukan tanah dan faktor-fatornya. Semoga dapat bermanfaat bagi sobat pembaca.

 

Bagaimana Menurutmu?