Kata Kata Mutiara Hikmah Islam (Bacalah Sejenak 1 Judul)

Kata Kata Mutiara Islam – Apakah saudara sedang mencari kata-kata ajaib yang dapat mewujudkan hal luar biasa? Mudah sekali, baca saja novel Harry Potter karena banyak kalimat penuh keajaiban di sana.

Contohnya adalah Wingardium Leviosa, yang bisa diucapkan pada sebuah benda, nanti secara ajaib ia akan melayang-layang di udara.

Seperti yang saudara ketauhi kata-kata dari novel tersebut merupakan hal fiksi yang tidak bisa diterapkan di kehidupan nyata. Nah pada kali ini admin akan share kata-kata mutiara islam ajaib dari seorang penulis buku Satu Langkah Setiap Hari.

Karya tulis beliau ajaib bagi admin. Walaupun singkat namun banyak mengandung motivasi dan hikmah. Ketika membaca buku beliau sesekali membuat admin senyum-senyum sendiri karena takjub atas kebesaran Allah SWT yang tersurat dalam karya tulis beliau dan sesekali juga menangis karena sadar akan dosa-dosa.

Berikut beberapa kata-kata mutiara Islam yang bisa langsung saudara baca. Pilihlah salah satu judul dan “bacalah sejenak” insya Allah saudara akan ketagihan untuk membaca semua judul. Selamat membaca…

  1. KATA KATA MOTIVASI ISLAMI

Kata kata mutiara islam
https://t.me/arafat_channel

BUKAN SALAH PALU MEMUKUL

Forged in Fire adalah salah satu acara televisi yang menampilkan keterampilan para pandai besi dalam membuat senjata. Hasil karya mereka satu sama lain akan diuji dan dibandingkan, yang terkuat akan keluar sebagai pemenangnya.

Proses membuat senjata yang handal menjadi salah satu daya tarik acara itu. Mula-mula baja mentah dipanaskan hingga membara, kemudian ditempa bertubi-tubi dengan palu agar tercipta sebentuk kekuatan yang kokoh pada baja tersebut.

Menyaksikan acara ini, kita akan teringat sebuah peribahasa yang berasal dari Rusia; The hammer shatters glass but forges steel.

“Sebilah palu memang dapat memecah kaca, tetapi ia juga dapat menempa baja.”

Bukan salah palu memukul, ketika kaca hancur berkeping-keping. Salahkan mengapa ia adalah kaca. Adapun palu memang sudah tugasnya memukul.

Saat palu itu menjalankan tugasnya kepada baja, justru ia akan berterimakasih karena tempaan palu maka dirinya bertambah kokoh dan kuat.

Forged in Fire bukan hanya sebatas acara hiburan, tetapi mengajarkan kepada kita agar jangan bermental kaca. Karena hidup ini tak mungkin bisa terhindar dari pukulan ujian. Sebab ujian laksana palu kehidupan.

Beberapa orang yang merintis bisnis, ketika ujian datang menempa hingga bisnisnya runtuh, mereka tidak sanggup bangun lagi. Hatinya hancur berkeping-keping dan memutuskan bahwa dirinya harus menyerah sampai di sini. Mereka memilih peran sebagai kaca.

Padahal kalau saja mereka memilih menjadi baja, justru tempaan ujian itu akan membuatnya sebagai pengusaha yang lebih kuat dibanding kompetitor bisnis lain yang belum pernah mengalaminya.

Saya juga pernah mendengar cerita seorang ayah yang menyayangkan anaknya tidak punya keinginan menikah meski sudah melampaui usia. Pasalnya, dulu si anak pernah ditinggalkan oleh pujaan hatinya yang memilih menikah dengan orang lain.

Ayahnya bingung bukan kepalang, mengapa hanya dengan satu pukulan palu begitu anaknya hancur. Padahal, jika saja hatinya tidak sekaca itu, bukankah ia akan menjadi pribadi yang semakin kokoh setelah menerima pengalaman yang demikian.

Begitulah kenyataannya. Palu kehidupan tidak salah memukul. Melainkan mental yang salah memilih. Bagaimana jika mulai hari ini kita bermental baja, yang memandang tempa demi tempa sang palu sebagai bagian dari proses memperkokoh dan memperkuat diri kita!

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً؟ الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ

Seorang sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?”

Rasulullah menjawab, “Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.”

(Hadist Riwayat Tirmidzi)

Salam Hijrah.

⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

  1. KATA KATA BIJAK ISLAM

kata kata bijak islam
nurulfitri.com

HARGA SATU BARIS KALIMAT

Imam Malik bin Anas pernah menghadapi sebuah persoalan yang tidak biasa. Pada zaman beliau pernah ada seorang perempuan yang tangannya melekat saat ia sedang ia sedang bertugas memandikan jenazah. Hal ini tentu membingungkan.

Maka Imam Malik memerintahkan seseorang untuk bertanya apakah perempuan itu mengucapkan sesuatu ketika memandikan jenazah tersebut?

Ternyata sang perempuan ketika sedang membasuh bagian tubuh jenazah itu, ia sempat berkata, “Berapa banyak maksiat yang sudah dilakukan oleh wanita ini?”

Mengertilah Imam Malik bahwa ucapan tersebut bisa mengarah kepada tuduhan zina. Adapun hukuman bagi orang yang menuduh zina adalah didera 80 kali sesuai Surat An-Nur ayat 4.

Akhirnya perempuan itu menerima hukumannya dan tangannya pun terbebas dari kejadian aneh tersebut. Begitulah salah satu kisah dalam kitab Syarah Arba’in An-Nawawi.

Moral story dari cerita di atas adalah berhati-hatilah dengan kalimat yang kita ucapkan, meskipun hanya satu baris. Jika kepada saudara kita yang telah wafat saja tetap harus menjaga perkataan, apalagi kepada saudara kita yang masih hidup.

Bisa jadi sebaris kalimat yang menurut kita biasa-biasa saja, ternyata tidak demikian bagi orang lain yang merasakannya. Oleh karena itu bijaksanalah dalam berbicara.

Mungkin kita menganggap biasa saat bertegur sapa dengan seorang teman, “Kamu kok kayanya lebih gendutan sekarang?”

Tanpa kita sadari si teman sudah mati-matian untuk diet, bahkan ia sampai kehilangan kepercayaan diri, dan kita secara tiba-tiba menyinggung berat badannya.

Atau saat bercanda dengan tetangga kita, “Sebentar lagi lebaran, nanti banyak yang tanya loh kamu kapan nikahnya,”

Apakah kita tahu bahwa sang tetangga siang dan malam berdoa kepada Allah agar dipertemukan jodohnya, dan keluarga pun selalu mendesaknya untuk mencari pasangan. Tentu candaan kita adalah sebaris kalimat yang tidak ingin ia dengar saat itu.

Oleh karena itu, mari berhati-hati dalam berkata. Ucapkanlah perkataan yang baik atau diam juga tidak masalah kok jika memang tidak ada hal penting untuk disampaikan.

Salam Hijrah.

⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

  1. KATA KATA HIKMAH ISLAM

kata kata hikmah islam
https://t.me/arafat_channel

GAJAH DAN UNTA

Sekali-kali kalau menceritakan dongeng kepada anak-anak jangan kancil melulu. Bosan! Seolah-olah di dunia ini tak ada hewan lain selain kancil.

Cobalah kisahkan tentang unta, gajah, kucing, dan anjing. Semisal belum punya ide jalan ceritanya bagaimana, mari saya sumbangkan satu skenario. Siapa tahu anak-anak suka.

Ceritanya keempat induk hewan itu sedang dalam keadaan mengandung. Si kucing bertemu dengan unta dan bertanya berapa lama seekor unta itu mengandung bayinya hingga melahirkan,

“Empat ratus hari,” jawab unta.

Kucing pun tertawa terbahak-bahak. Ia membayangkan betapa lama sekali masa hamil seekor unta. Padahal ia hanya butuh waktu enam puluh hari saja untuk menuju hari kelahiran anak-anaknya.

Di lain tempat, induk anjing berpapasan dengan induk gajah dan secara kebetulan ia menanyakan hal yang sama. Gajah adalah mamalia yang harus menempuh waktu hingga 640 hari sejak mengandung hingga melahirkan.

“Jadi kau butuh waktu selama satu tahun sembilan bulan untuk menunggu kelahiran?” anjing keheranan.

Ia pun tertawa terpingkal-pingkal karena membandingkan dengan dirinya yang hanya butuh waktu enam puluh hari saja untuk hamil. Mirip seperti kucing.

Unta dan gajah hanya tersenyum. Siapa sangka mereka berdua memberi argumentasi yang nyaris serupa.

“Allah sudah menyiapkan anugerah yang istimewa untuk bayiku ini, wajarlah membutuhkan waktu yang lama. Karena dalam masa tunggu itu, hakikatnya ia sedang disiapkan dan dimatangkan. Begitu dirasa mampu, barulah ia lahir dan menerima anugerah tersebut.” Unta menjawab dengan bijak.

Unta memang hewan yang memiliki daya tahan terhadap dehidrasi paling tinggi di antara semua hewan. Ia mampu bertahan tiga pekan tanpa makan dan minum. Luar biasa! Rupanya keistimewaan ini memang butuh waktu untuk menerimanya.

Di sisi lain gajah pun berujar, “Bayiku memang lama sekali di dalam kandungan, karena Allah harus memantaskan dirinya dulu agar sepadan menerima kenikmatan yang akan diberikan. Setelah proses yang panjang ini membentuknya menjadi pribadi yang pantas, barulah ia akan lahir dan menerima kenikmatan tersebut.”

Seekor gajah kelak akan menjadi hewan terbesar dan terkuat di daratan. Ia mampu menarik beban yang beratnya tiga kali lipat berat tubuhnya. Bayangkan saat ia mencapai berat enam ton, itu artinya ia cukup kuat untuk menarik beban seberat 18 ton. Dahsyat!

Demikianlah dongeng sederhana dari keempat hewan di atas. Saat masa tunggu kehamilan kucing dan anjing cukup singkat, maka keistimewaan yang diperoleh bayi mereka pun biasa-biasa saja. Berbeda dengan gajah dan unta.

قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

“Sungguh Allah telah menentukan perhitungan (yang sangat sepadan) bagi segala sesuatu.”

(Surat At-Thalaq : 3)

Hikmah yang dapat kita petik adalah jangan berputus asa jika kita telah menunggu dalam waktu yang cukup lama, namun Allah belum lagi mengizinkan kita untuk meraih kesuksesan.

Sebab dalam masa tunggu yang lama itu, Allah sedang memantaskan diri kita dengan berbagai pelajaran kehidupan. Kadang pula berupa ujian. Tak lepas juga berupa pengalaman. Semua ini dimaksudkan untuk membentuk pribadi kita, dan mematangkan jiwa kita.

Memang membutuhkan waktu yang lama. Bersabarlah. Lamanya waktu, menunjukkan bahwa anugerah yang Allah siapkan itu teramat istimewa, maka kita harus betul-betul dalam keadaan siap ketika menyambutnya.

Salam Hijrah.

⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

  1. KATA KATA BIJAK ISLAMI SINGKAT

kata kata bijak islami singkat
https://t.me/arafat_channel

TALI KUDA SANG KHALIFAH

Masih ingat tali kuda Ibunda Hajar yang memberi pelajaran berharga bagi kita kemarin? Hari ini kita akan mendapat tambahan ilmu lagi dari seutas tali kuda.

Suatu hari Khalifah Ali bin Abi Thalib menuju ke sebuah masjid di tengah-tengah perjalanannya. Ia menitipkan kudanya kepada seorang anak laki-laki.

Betapa terperanjatnya Khalifah ketika ia telah menyelesaikan shalatnya di masjid tersebut, ternyata si anak laki-laki tadi menghilang. Hanya ada kudanya saja yang terlihat. Padahal Khalifah sudah menyiapkan uang untuk imbalan ia menjaga kudanya.

Yang lebih mengherankan lagi, tali kuda sang Khalifah juga ikut hilang. Tentu saja tanpa bantuan tali, kuda itu tidak mungkin ditunggangi.

Maka Khalifah meminta tolong kepada seseorang untuk membelikan tali di pasar terdekat. Ia dibekali uang satu dinar untuk keperluan itu.

Singkat cerita, orang itu berhasil mendapatkan tali kuda dan diberikanlah kepada Khalifah.

“Subhanallah. Ini adalah tali kuda milikku! Dari mana engkau memperoleh tali ini?”

“Aku membelinya dari seorang anak laki-laki.”

Lantas digambarkanlah ciri-ciri anak yang dimaksud, tidak salah lagi ia adalah anak yang tadi menjaga kuda Khalifah, rupanya anak itu mencuri tali kudanya.

“Subhanallah, padahal aku hendak memberi uang satu dinar yang halal kepada anak itu. Ia justru memilih satu dinar yang haram!”

Begitulah kisah tentang tali kuda sang Khalifah. Sungguh mengandung hikmah yang luar biasa, bahwa sebenarnya Allah telah mengatur rezeki kepada setiap manusia.

Tetapi terkadang manusia tidak sabar sehingga mereka membuka jalan yang diharamkan Allah. Tentu saja rezekinya akan tetap mencarinya juga, hanya saja karena jalan halal tertutup maka rezeki itu menghampiri melalui jalan haram.

Salam Hijrah.

⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

  1. KATA KATA MUTIARA ISLAM

gambar kata kata mutiara islam
https://t.me/arafat_channel

PUISI PEMBANGKIT JIWA

Sungguh mengagumkan orang yang bisa mengubah dunia

Aku lihat mereka begitu mulia

Sehingga aku ingin mengikuti jejak mereka

Setelah waktu berjalan

Kusadari beratnya cita-cita ini

Tidak kalah menakjubkan orang yang bisa mengubah bangsanya

Aku lihat mereka begitu terpuji

Sehingga aku ingin mengikuti langkah mereka

Setelah waktu berlalu

Kusadari sulitnya impian ini

Dan masih membanggakan orang yang bisa mengubah keluarganya

Aku lihat mereka begitu terhormat

Sehingga aku ingin mengikuti teladan mereka

Setelah waktu berganti

Kusadari lelahnya amanah ini

Sehingga sekarang

Aku memutuskan

Untuk mengubah diriku sendiri

Duhai waktu

Yang datang dan pergi

Silih berganti

Dengarkanlah janjiku

Untuk mengubah diriku sendiri

Salam Hijrah.

⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

  1. KATA MUTIARA ISLAMI TENTANG KEHIDUPAN

kata mutiara islami tentang kehidupan
pinterest.com

PARAGRAF PERTAMA

“Tidak!” Wanita itu tak pernah membayangkan, bahkan dalam impian terburuk sekalipun, mendapat permohonan sedemikian pelik. Seorang lelaki berdiri di depannya, menadahkan maaf dan ampun, untuk sebuah permintaan yang mustahil dipenuhi.

Kalimat di atas adalah paragraf pertama dari novel Cinta 2 Kodi yang ditulis oleh Asma Nadia. Tahukah saudara, bahwa penulis novel yang baik harus memulai paragraf pertamanya dengan kalimat yang kuat karena disitulah pembaca akan memutuskan apakah ia akan meneruskan membaca novel tersebut atau mengembalikannya ke rak buku.

Bagi Asma Nadia, Tere Liye, Ahmad Fuadi, dan sederet novelis Indonesia lainnya, kegagalan dalam menulis paragraf pertama yang berkesan, sama artinya kegagalan dalam sepanjang novel.

Teori tentang “paragraf pertama” ini bahkan berlaku bagi penulis novel di seluruh dunia. Bagaimana kalau kita membaca paragraf paling awal dari novel Bliss karangan Kathryn Littlewood ini,

Ketika musim panas pada ulang tahunnya yang kesepuluh, Rosemary Bliss melihat ibunya mengaduk halilintar ke dalam semangkok adonan dan mengetahui -dengan seyakin-yakinnya- bahwa orangtuanya menggunakan sihir di toko roti Bliss.

Tidakkah dari kalimat itu saja kita sudah merasa bersemangat ingin melanjutkan membaca novel sampai habis?

Setelah memahami teori ini, kita seharusnya belajar pula untuk memulai aktivitas sehari-hari dengan paragraf pertama yang kuat, karena kita juga tak ubahnya sedang menulis novel kehidupan kita sendiri.

Paragraf pertama itu ada dalam rutinitas yang paling awal kita lakukan setelah bangun tidur. Biasakanlah melakukan hal yang kuat pada saat-saat tersebut. Mungkin dengan membaca Al-Quran, ditambah dengan membaca zikir-zikir yang dibaca oleh Rasulullah.

Guru saya membaca Ratib Haddad setiap pagi setelah Subuh. Guru saya yang lain, membaca Al-Ma’tsurat pada waktu yang merupakan golden time tersebut.

Apa yang saudara lakukan di waktu istimewa itu? Ingatlah kegagalan dalam melakukan hal yang kuat dan berkesan pada paragraf pertama, sama artinya kegagalan dalam sepanjang hari yang akan kita jalani.

Salam Hijrah.

⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

  1. KATA KATA ISLAM PENYEJUK HATI

kata kata islam penyejuk hati
https://t.me/arafat_channel

SEBUAH NASIHAT YANG LEBIH HANGAT DARI SECANGKIR TEH

Angin pagi berhembus sejuk di teras rumah. Menemani seorang ayah dan anaknya yang sedang duduk santai sambil menikmati teh hangat aroma melati.

“Gimana pengajian Subuh tadi di masjid?” Ayahnya membuka pembicaraan lebih dulu.

“Entahlah Pak, hari ini sudah kajian keberapa kali yang saya hadiri, tapi susah sekali buat ngerti apa yang disampaikan Ustadznya Pak.”

Jawaban itu dibalas dengan senyum penuh kebijaksanaan dari ayah yang duduk di sebelahnya, yang hanya dibatasi oleh sebuah meja kecil di tengah-tengah mereka berdua.

“Kamu mau tahu penyebabnya apa? Bapak akan tunjukkan. Coba kamu isi cangkir ini dengan teh dan perhatikan baik-baik.”

Sang anak tidak mengerti apa maksud perintah tersebut. Ia hanya menjalankan saja dengan penuh tanda tanya. Diraihnya teko berisi teh hangat yang ada di atas meja, lalu ia tuangkan ke sebuah cangkir yang juga tergeletak di sana sejak tadi.

“Cukup!” Ayahnya menghentikan perintah tersebut saat cangkir baru terisi setengah penuh, kemudian ia memegang cangkir itu dan diangkatnya tinggi-tinggi dengan tangannya.

“Sekarang dari posisi teko yang kamu pegang itu, cobalah isi kembali cangkir Bapak saat ini.”

“Bagaimana mungkin Pak? Cangkir Bapak sekarang posisinya lebih tinggi dari teko yang saya pegang ini?”

“Nah apakah kamu paham maksud Bapak? Jika cangkir berada lebih rendah dari teko, ia dengan mudah kamu tuangkan air. Tetapi begitu cangkir berada lebih tinggi dari teko, maka mustahil ia bisa mendapat kucuran air.”

Sang ayah meneguk teh dari cangkir yang ia pegang itu, kemudian ia biarkan anaknya berpikir tentang penjelasannya tadi. Tampaknya analoginya berhasil dipahami dengan baik.

Sang ayah tahu, bahwa putranya kini bukan anak kecil lagi. Melainkan sudah menjadi sarjana dari kampus ternama di kotanya. Pekerjaannya pun sudah mapan di perusahaan bergengsi.

Maka ia sudah bisa menebak, setiap kali hadir kajian di masjid, ada perasaan tinggi hati dalam diri putranya itu. Mungkin ia merasa Ustadz yang mengisi pengajian tidak satu level dengannya, mungkin pula ia merasa ilmu yang disampaikan membosankan dan tidak bermutu, dan lain sebagainya.

Dengan keadaan tinggi hati dalam diri, maka ilmu tak akan didapat. Karena ilmu bagaikan air, ia mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Setiap muslim yang ingin meraih kenikmatan ilmu, pertama ia harus rendahkan dirinya di hadapan gurunya. Tepat sekali pesan dari Al-Imam Sahl bin Abdullah Ats-Tsauri,

حرام على قلب أن يدخله النور وفي شيء مما يكره الله عز وجل

“Tak akan mendapat cahaya ilmu bagi hati yang padanya terdapat sesuatu yang dimurkai Allah.”

Maka jagalah sifat rendah hati kepada siapapun yang menyampaikan kebenaran kepada kita. Dan tetaplah muliakan ilmu seolah-olah kita baru pertama kali mendengarnya.

Salam Hijrah.

⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

  1. KATA KATA BIJAK ISLAMI UNTUK WANITA

kata kata bijak islami untuk wanita
https://nusantaranews.co

KITA BUTUH KARTINI SEKALI LAGI

Pada masa jahiliyah, kedudukan seorang perempuan tidak memiliki tempat terhormat. Saat itu bahkan sebagian orang tua merasa malu jika melahirkan anak perempuan.

Kemudian datanglah Islam yang memperbaiki pemikiran tersebut, sehingga perempuan kembali dihormati dan dimuliakan.

Tidak ubahnya di bumi nusantara sebelum era 1900-an perempuan pribumi dianggap tidak terlalu terhormat untuk dapat menikmati pendidikan.

Maka tergeraklah seorang muslimah bernama Kartini, yang memperbaiki pemikiran tersebut, sehingga perempuan kembali dihormati dan dimuliakan.

Mari kita melihat saat ini, dimana begitu banyak orang berusaha menempatkan perempuan kepada tempat yang tidak lagi terhormat. Mereka mempengaruhi kita bahwa tidak lagi penting bagi perempuan untuk menutup auratnya.

Padahal kemuliaan seorang perempuan justru saat dia melindungi dirinya dengan berhijab. Pernahkah saudara membeli buah pisang di toko buah yang terbuka kulitnya? Tentu tidak pernah ada, karena mereka tau buah pisang yang tidak terlindungi dengan kulitnya tidak akan ada yang mau membelinya dengan harga tinggi.

Jadi saudara setuju kan, bahwa kita butuh Kartini sekali lagi untuk memperbaiki pemikiran tersebut, sehingga perempuan kembali dihormati dan dimuliakan.

Salam Hijrah.

⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

  1. KATA KATA MUTIARA ISLAM BERGAMBAR

kata kata mutiara islam bergambar
https://t.me/arafat_channel

TEORI RELATIVITAS

Foto di atas adalah salah satu finalis dalam kontes foto yang diadakan National Geographic pada tahun 2011. Sang fotografer yang bernama Don Chamblee menulis keterangan tentang karyanya tersebut,

This is a streetcar in New Orleans traveling back towards The Quarter on St. Charles Ave. I held the camera against the window sill, making sure to divide the image equally between the inside and the outside.

(Ini adalah trem di New Orleans yang bepergian kembali ke The Quarter di St. Charles Ave. Saya memegang kamera di ambang jendela, untuk memastikan bahwa gambar terbagi sama besar antara bagian dalam dan bagian luar)

Foto itu indah sekali. Bisa menggambarkan fenomena yang dijelaskan Teori Relativitas Einstein, bahwa kecepatan itu bukan sesuatu yang pasti, melainkan tergantung kepada kita sebagai pengamatnya.

Contohnya saat kita duduk di atas kendaraan trem yang melaju dengan kecepatan 30 km per jam. Kalau kita melihat keluar jendela, terasa sekali bahwa laju trem memang cepat karena semua benda di luar tampak melesat.

Tetapi perhatikan saat kita melihat ke dalam jendela. Tampak semua tenang-tenang saja. Para penumpang duduk dengan baik. Tak ada yang melesat. Seakan-akan mereka semua tidak sedang melaju dengan kecepatan 30 km per jam.

Mengapa bisa demikian? Inilah yang disebut bahwa kecepatan itu relatif. Meski dari satu peristiwa yang sama di waktu yang sama, ternyata fenomenanya berbeda-beda.

Menurut Teori Relativitas, bukan hanya kecepatan yang bersifat relatif, melainkan ruang dan waktu juga demikian. Silahkan saudara buka kembali pelajaran fisika ketika SMA yang membahas hal ini.

Masih ada satu lagi yang bersifat relatif, yaitu ketenangan hati. Tentu saja tidak dibahas dalam fisika, melainkan dalam Al-Quran dan Hadist.

Seluruh peristiwa yang kita jalani di dunia ini, sebetulnya tergantung kepada kita sebagai pengamatnya. Bayangkan kita berada di ambang jendela, seperti sang fotografer di atas. Namun kali ini jendelanya berupa keyakinan kepada Allah.

Jika kita melihat di luar jendela keyakinan tersebut, maka dunia ini seolah-olah hiruk pikuk tak tentu arah. Semuanya melesat dan mencemaskan.

Tetapi begitu kita melihat ke dalam jendela keyakinan. Tampak semua tenang-tenang saja. Dunia ini berlangsung dengan baik. Tak ada yang melesat. Semua sudah berjalan dengan teratur sesuai rencana-Nya.

Maka untuk mendapatkan ketenangan hati, lihatlah segala sesuatu dengan keyakinan penuh kepada Allah. Lihatlah kekuasaan-Nya yang hebat. Seperti Nabi Ibrahim yang meminta diperlihatkan kebesaran-Nya, semata-mata agar hatinya tenang.

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۖ قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْ ۖ قَالَ بَلَىٰ وَلَٰكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Allah berfirman, “Belum yakinkah kamu?” Ibrahim menjawab, “Aku telah meyakininya, akan tetapi agar hatiku tenang.”

(Surat Al-Baqarah: 260)

Jadi ketenangan hati itu relatif. Meski dari satu peristiwa yang sama di waktu yang sama, ternyata fenomenanya berbeda-beda. Orang-orang yang yakin dengan kebesaran Allah, akan menyikapinya dengan tenang dan penuh keimanan.

Salam Hijrah.

⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

  1. KATA MUTIARA ISLAM TENTANG CINTA

kata mutiara islam tentang cinta
https://t.me/arafat_channel

KISAH DUA RASUL MULIA

Nabi Ibrahim teramat mencintai putranya, yang bertahun-tahun kelahirannya dinantikan. Maka Allah menguji sang Nabi dengan apa yang berkaitan kepada putranya tersebut. Turunlah perintah untuk mengorbankan Nabi Ismail tercinta.

Seperti telah diduga, Nabi Ibrahim adalah kekasih Allah sejati. Ia tidak ragu melaksanakan perintah Allah itu, dengan demikian luluslah ia sebagai hamba pilihan. Dan Allah mengembalikan kembali putra yang dicinta, karena sejak mula Allah hanya ingin menguji.

وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ. قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ. إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ

Dan Kami memanggilnya, “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.”

(Surat Ash-Shaaffaat: 104-106)

Jauh sebelum kisah ini, Nabi pertama yang diutus oleh Allah diuji dengan apa yang berkaitan dengan istrinya. Dialah Nabi Adam, yang begitu mencintai Ibunda Hawa sebagai satu-satunya pelipur lara saat masih di negeri surga.

Maka ketika menapakkan kaki di bumi, Allah pisahkan Nabi Adam dengan Ibunda Hawa sejauh jarak timur dengan barat.

Terbukti ujian ini diterima dengan dada yang lapang, maka luluslah Nabi Adam sebagai hamba pilihan. Sehingga Allah pertemukan kembali keduanya di Jabal Rahmah, karena dari awal Allah memang hanya bermaksud menguji.

Mengapa Nabi Ibrahim diuji dengan anak, sedang Nabi Adam diuji dengan istri? Karena masing-masing adalah kelemahannya. Ketahuilah ujian Allah akan menyasar pada titik paling lemah, untuk membuktikan bahwa sang hamba benar-benar pantas untuk lulus dan meraih ridha-Nya.

Demikianlah nasihat tak ternilai dari KH. Rahmah Abdullah, di mana beliau berpesan,

“Setiap kita akan senantiasa diuji oleh Allah  pada titik-titik kelemahan kita.”

Maka duduklah dengan tenang, mari kita berpikir dengan jernih dalam hati. Jangan-jangan kita begitu mencintai harta. Boleh jadi kekayaan teramat menjadi pelipur lara bagi diri ini.

Pantas saja Allah menguji kita dengan kekurangan harta. Seolah-olah antara diri kita dengan kesuksesan terpisah sejauh jarak timur dengan barat. Apapun yang kita usahakan tidak pernah sukses.

Jika ini yang terjadi, tak ada jalan lain kecuali dengan belajar melepaskan. Sungguh-sungguhlah untuk mengeluarkan kecintaan berlebihan kepada harta yang menjadi penyebab kita melupakan cinta-Nya.

Ketika lulus dari ujian ini, maka percayalah rezeki akan mengalir deras dihijrahkan oleh Allah dari kesempitan menuju keberkahan. Karena sejak mula Allah hanya bermaksud menguji.

Salam Hijrah.

⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

  1. KATA KATA CINTA ISLAMI YANG MENYENTUH HATI

kata kata islami yang menyentuh hati
https://t.me/arafat_channel

BAKTI KEPADA AYAH DAN IBU

Bahwa ibadah itu ada dua bagian, sepertinya kita semua sudah tahu. Pertama, ibadah jasad. Untuk mengamalkannya perlu perbuatan yang nyata, kelihatan, melibatkan gerak anggota tubuh kita. Semisal shalat, sedekah, haji, dan lain-lain.

Kedua, ibadah hati. Seperti ikhlas, berbaik sangka, ridha, memaafkan, dan lain-lain. Semuanya tidak kelihatan, karena berada di ranah hati. Jangan lupa ibadah hati ini sama-sama diganjar pahala oleh Allah bagi kita yang melakukannya, sama seperti ibadah jasad.

Sampai di sini jelas bukan perbedaan antara ibadah jasad dengan ibadah hati?

Baik, kalau begitu kita lanjutkan kepada pertanyaan berikut ini; Apakah berbakti kepada orang tua itu termasuk dari ibadah jasad atau ibadah hati? Nah, ini harus pelan-pelan membahasnya.

Merujuk kepada Surat Al-Isra ayat 23, ternyata Al-Quran memberi contoh bahwa bakti kepada orang tua termasuk ibadah jasad. Dalam ayat itu, kita dilarang berkata “ah” dan dilarang pula menjawab dengan nada tinggi, sebaliknya diperintahkan untuk mengucapkan perkataan mulia kepada orang tua.

Lanjut berikutnya ke ayat 24, yaitu perintah untuk mendoakan kedua orang tua kita. Ini juga masih berbicara tentang ibadah lisan, yang sudah tentu masuk kategori ibadah jasad.

Jadi berbakti kepada orang tua memang perlu perbuatan yang nyata, kelihatan, melibatkan gerak anggota tubuh kita. Misalnya bersegera bila diperintah sesuatu, atau memberi kebahagiaan dengan pemberian yang mereka senangi.

Tetapi begitu kita lanjutkan ayatnya yaitu Al-Isra ayat ke-25, rupanya di sini Allah berbicara tentang hati.

رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا فِي نُفُوسِكُمْ

“Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu.”

Ulama menerangkan, ayat ini hendak memberi pelajaran pada kita bahwa berbakti kepada orang tua juga melibatkan ibadah hati, tidak semata-mata hanya ibadah jasad.

Di sinilah kuncinya. Bahwa belum sempurna bakti kita kepada orang tua, jika baru sebatas mematuhi perintahnya saja. Karena pada tahap yang lebih halus, ternyata ada bakti dalam ranah hati.

Berapa banyak di antara kita yang kelihatannya taat jika orang tuanya berkata ini dan itu. Atau senantiasa patuh dan berkata santun pada ayah dan ibunya.

Ternyata di dalam hatinya dia menyimpan prasangka kurang baik kepada orang tuanya. Atau mungkin menilai rendah cara pandang orang tua yang keras kepala dan kolot.

Bisa jadi pula dalam bentuk mencintai mereka berdua tak sepenuh hati, hingga jika dibandingkan rasa cinta kepada barang berharga yang ia miliki, rasa-rasanya cinta pada orang tua masih lebih rendah.

Masih banyak lagi aneka contoh yang menunjukkan betapa seorang anak ternyata hatinya belum berbakti kepada orang tua. Ingat, hatinya. Bukan jasadnya.

Jangan-jangan ini sebabnya mengapa hidup kita belum berkah, rezeki belum pula berlimpah. Adakah yang menyandera doa kita selama ini sehingga tak kunjung dikabulkan? Padahal kita merasa tak ada masalah dalam bakti kepada orang tua.

Jawabannya, mungkin bakti kita baru sebatas jasad. Coba muhasabah diri, tidak tertutup kemungkinan kita belum bakti menggunakan hati.

Salam Hijrah.

⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

  1. KATA KATA ISLAMI CINTA

kata kata islami cinta
idpengertian.com

RAHMAT YANG DIHADIAHKAN KEPADA ALAM INI

Salah satu perbedaan Rasulullah dengan para Rasul yang lain adalah; diutusnya Rasulullah itu sebagai hadiyah (pemberian), adapun para Rasul yang lain diutus sebagai atiyah (pemberian).

Loh sama-sama pemberian, apa bedanya ? Begini, bahasa Arab itu memang istimewa. Walaupun dalam bahasa Indonesia artinya sama, sebenarnya maknanya berbeda.

Atiyah itu pemberian hanya sekedar mencukupi kebutuhan saja. Adapun hadiyah pemberian yang lebih dari sekedar kebutuhan, sehingga orang yang menerimanya akan tumbuh rasa cinta.

Jika seorang teman yang kelaparan datang ke rumah kita, lalu kita berikan sepiring makanan, pemberian ini namanya atiyah.

Tetapi jika si teman itu kita berikan sepiring makanan, sebuah pakaian, sepasang sepatu, dan sejumlah uang maka dia pasti senang sekali sampai timbul rasa cinta kepada kita. Pemberian inilah yang namanya hadiyah.

Ketika Allah mengutus para Rasul kepada kaumnya, hanya sekedar untuk menyelamatkan kaum tersebut agar kembali kepada agama tauhid dan bahagia di akhirat.

Tetapi ketika Allah mengutus Rasulullah kepada kita, sesungguhnya Rasulullah tidak hanya menyeru kepada agama tauhid dan menjanjikan kebahagiaan di akhirat, tetapi Rasulullah juga menjanjikan kebahagiaan di dunia ini. Hal ini menyebabkan tumbuh rasa cinta kita kepada Rasulullah.

Itulah sebabnya Allah menyebut Rasulullah sebagai rahmat bagi alam dunia. Maka, memang sudah hak kita sebagai umat Rasulullah untuk bahagia di kehidupan dunia ini.

Lalu mengapa kita sampai sekarang belum bahagia ? Mungkin karena belum meneladani Rasulullah, belum mencintai Rasulullah, dan belum banyak bershalawat kepada Rasulullah.

Salam Hijrah.

⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

  1. KATA KATA BIJAK ISLAMI MOTIVASI

kata kata bijak islami motivasi
https://t.me/arafat_channel

ROGER DAN JOHN

Monumen di atas terletak di negara Kanada, tepatnya Propinsi British Columbia. Ada kisah menarik pada dua orang pelari yang diabadikan dalam monumen tersebut.

Ceritanya pada perlombaan lari British Empire Games tahun 1954, John memimpin jalannya pertandingan. Ia berada pada posisi paling depan menjelang garis finish. Para penonton pun bersorak riuh menyambut kemenangannya.

Sebelum menuntaskan pertandingan John menoleh ke sebelah kirinya. Ia penasaran apakah pelari lain cukup dekat darinya atau tidak. Rupanya aksi menengok tersebut harus dibayar mahal, karena menyebabkan langkahnya agak tersendat.

Akibatnya Roger yang sejak tadi di belakangnya, memanfaatkan situasi dengan menyusul John dari sebelah kanannya, tepat pada detik-detik mendekati garis fisnih. Roger pun memenangkan pertandingan dan John harus puas di urutan kedua, dengan selisih waktu hanya satu detik saja!

Untuk mengenang perlombaan yang sangat fenomenal tersebut dibuatlah patung Roger dan John. Hingga hari ini orang-orang barat selalu berkata bahwa; Winners focus on winning, and losers focus on others.

(Para pemenang sejati hanya fokus untuk memenangkan pertandingan, sedangkan para pecundang justru fokus kepada yang lain-lain)

Inilah yang terkadang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Saat sedang melakukan sesuatu, tetapi konsentrasi terpecah juga untuk hal lain.

Saat menikmati waktu bersama keluarga, para orang tua justru fokus kepada layar smartphone. Akibatnya meski anak-anak melihat orang tuanya, tapi tidak bisa merasakan kehadirannya. Bagaimana bisa memenangkan hati anak?

Ketika berusaha memahami pasangan, terkadang kita justru sibuk mengingat-ingat kesalahannya di masa lalu. Akibatnya perselisihan tidak kunjung selesai karena kita fokus kepada hal lain, bukan kepada kemenangan.

Di tengah-tengah upaya membangun usaha, biasanya kita tergoda melihat bidang lain yang lebih menggiurkan. Padahal di bidang kita sendiri saja belum pernah sungguh-sungguh dikembangkan. Rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau!

Sudah dapat diperkirakan hasil akhirnya jauh dari harapan karena kita tidak fokus lagi untuk memenangkan pertandingan.

Dan masih banyak contoh yang sering kita jumpai dalam diri sendiri. Tepat sekali Al-Quran mencantumkan dalam Al-Insyirah ayat 7,

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.”

Sebuah ayat yang terang sekali menasihati kita agar konsentrasi menyelesaikan satu urusan terlebih dahulu hingga tuntas. Barulah kemudian kita bisa beralih kepada urusan yang lain. Karena para pemenang sejati hanya fokus pada kemenangan.

Salam Hijrah.

⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

  1. KATA KATA BIJAK ISLAM TENTANG KESABARAN

kata kata bijak islam tentang kesabaran
https://t.me/arafat_channel

PATIENCE IS THE KEY

Alkisah tersebutlah sepasang orang tua yang sedang mengantarkan anaknya menjadi santri baru di sebuah pesantren penghafal Al-Quran. Mereka diterima langsung oleh pengasuh pondok tersebut.

“Maaf Kyai, kami mau tanya. Kalau di sini berapa lama seorang santri bisa hafal Al-Quran sampai dengan tuntas?”

“Jika melihat pengalaman, rata-rata empat tahun mereka belajar di sini.”

“Oh begitu Kyai. Kalau seandainya santri tersebut belajar lebih giat dan menghafal lebih keras, nanti bisa tuntas dalam waktu berapa lama Kyai?”

“Kalau demikian, bisa sampai delapan tahun.”

Tentu saja mereka terkejut dengan jawaban ini. Lantas pertanyaan pun diteruskan kembali,

“Nah sekarang kalau seandainya santri tersebut belajar tambah giat lagi dan menghafal tambah keras lagi, nanti bisa berapa lama Kyai?”

“Bisa-bisa sampai dua belas tahun.”

Semakin dibuat kaget demi mendengar jawaban sang Kyai tersebut, daripada penasaran mereka pun menanyakan hal ini.

“Maaf Kyai, kok bisa santri yang semakin giat dan semakin keras justru lebih lama menuntaskan pelajarannya?”

“Anakku, ilmu itu dipelajari dengan kesabaran. Bukan dengan ketergesa-gesaan ingin cepat selesai.”

Jleb! Jawaban ini sungguh benar adanya. Kunci dari pemahaman ilmu adalah sabar, dan sebaliknya penyebab kegagalan seorang pelajar karena terburu-buru ingin cepat bisa.

وا صبر فإن الصبر عند الضيق متسع

“Bersabarlah karena sesungguhnya kesabaran itu melapangkan segala kesempitan.”

Demikianlah nasihat dari Sahabat Ali bin Abi Thalib. Sejatinya nasihat ini berlaku bagi segala jenis ilmu yang kita pelajari, baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat. Patience is the key!

Kisah lain, tentang seorang pemuda yang datang ke sebuah kedai kopi. Ia mengutarakan niatnya untuk belajar meracik kopi kepada sang pemilik kedai. Permintaan itupun dikabulkan, lantas ia diberi tugas duduk di sebuah kursi dan disebelahnya diletakkan sekarung kopi.

Demikianlah setiap hari tugasnya cuma duduk saja. Sang pemilik kedai hanya mengatakan bahwa kopi di dalam karung itu adalah kopi terbaik di negerinya.

Sebulan sudah berlalu, pemuda itu nyaris tidak diajarkan apa-apa kecuali hanya duduk. Karena tidak sabar lagi, ia pun memutuskan untuk mengurungkan niatnya.

Ketika berpamitan hendak pulang, sang pemilik kedai memberi kenang-kenangan sekantong kopi berharga mahal. Tanpa diduga, pemuda itu berkomentar,

“Bapak pasti bercanda. Kopi ini bukan kopi berkualitas! Dari harumnya saja aku bisa mencium kalau ini hanya kopi murahan!”

“Baguslah anakku, sekarang kau sudah mahir membedakan biji kopi pilihan. Tidak sia-sia usahamu belajar selama satu bulan ini!”

Terbukti. Belajar itu membutuhkan kesabaran. Menjadi ahli tidak tercipta dalam satu malam. Semoga dua cerita di atas memberi suntikan semangat bagi kita untuk tetap bersabar dalam menuntut ilmu.

Salam Hijrah.

⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Penutup

Kata-kata mutiara Islam dapat menjadi salah satu cara kita untuk menyadarkan diri dan mengambil hikmah dalam menjalani hidup. Saudara bisa kunjungi juga alhadiibrahim.com untuk mengetahui berbagai informasi seputar Islam lainnya.

Demikianlah kata-kata muatiara Islam yang dapat admin bagikan. Jika saudara ingin membaca lebih banyak lagi bisa langsung klik link join chanel telegram berikut arafat_channel. Trimakasih telah berkunjung di website Menurut Admin, semoga menjadi amal jariyah bagi beliau sang penulis dan dapat bermanfaat bagi saudara pembaca.

Sumber ; https://t.me/arafat_channel

Bagaimana Menurutmu?